Jumat, 04 November 2016

Cerpen

Nama : Alisa Agustia
NPM : 10216616
Kelas : 1EA19
Tema : Cinta Kepada Lawan Jenis
Dosen : Ramita Hapsari S.I, Kom

Cinta Datang Terlambat
Dari kejauhan Dilla terus memandang seorang laki – laki itu, yang berada di depan teras kelas. Memang sekarang ini keadaan begitu sangat berbeda dari awal bertemu, bertemu dengan Radit. Pertemuan mereka diawali kelas 10 IPS 2 dengan ketidak sengajaan  Radit salah memanggil nama nya. Saat masih sekelas Radit selalu salah memanggil nama Dilla dengan Della, memang tidak jarang semua anak, bahkan guru yang selalu salah memanggil nama Della dengan Dilla, kebetulan Dilla dan Della juga duduk bersama. Sejak saat itu Radit selalu menjahili Dilla dengan membolak - membalik  namanya. Dari kejahilan itulah mereka sering berkomunikasi langsung maupun tidak langsung.

Radit sering mengajak Hang Out bareng, nonton bioskop, menonton acara seni,musikal.  Sampai suatu hari Radit mengirim chat “Dill, lo sebenarnya sayang sama gue gak sih?”. Dilla yang membaca chat tersebut sempat kaget atas pertanyaan Radit, ia bingung ingin membalas chat dari Radit. Dilla menganggap pertanyaan dari Radit hanyalah candaan biasa. Dilla hanya membalas chat tersebut dengan candaan “Ya....tergantung, kalo lo sayang gue,gue juga sayang lo haha..”. Berawal dari Dilla membalas chat itu, ia merasakan hubungan Radit denganya agak merenggang.

Sampai suatu hari dikejutkan dengan kabar Radit telah berpacaran dengan salah satu perempuan dari Tim Basket sekolah. Dilla mengenal baik dengan perempuan itu, ia bernama Darin. Yah...Darin juga mengenal baik Dilla. Dilla mengetaui kabar itu merasakan kecewa dan merasakan rasa sakit yang terpendam dan sangat dalam. “Mungkin terlambat sudah aku mulai mencintainya.” Batin Dilla berkata.
Sebulan sudah berlalu Dilla merasakan kecewa dan sakit yang teramat dalam, diwaktu senggang Dilla menge-check inbox BBM, ia terkejut kita ia membaca pesan masuk yang berasal dari Radit  dan nama Darin masih ada di PM BBM. “Apa kabar?. Bisa gak lo jangan menghindar kalo kita ketemu?”. Dilla menjawab dengan sejujurnya “Baik, gue gak menghindar, cuman gue gak enak aja sama pacar lo, Darin”. Dilla langsung membalas BBM Radit. Tidak perlu menunggu lama BBM Radit, ia langsung membuka BBM dari Radit “Ya kok, gue paham maksud lo. Gue minta maaf yah, gue berasa nyakitin lo aja, kita setiap hari ketemu bagaikan gue musuh lo, lo selalu menghindari gue”. Dilla yang membaca nya merasa tersentuh ke hatinya. Dilla membalas “Kalo gue boleh jujur sih, sebenarnya gue sangat kecewa dan sakit banget waktu gue tau berita lo pacaran dengan Darin, gue mulai merasakn  yang namanya kehilangan entah mengapa. Oh...iya jagain Darin tuh, lo jangan sakitin dia. Gue udah kenal baik dia” Tak terasa ada cairan bening yang keluar dari matanya. Dan tak lama ada suara telpon yang berdering, ketika ia melihat Id caller nya ternyata Radit yang menelponnya ia langsung mengankat “Ya dit ada apa?” ( sambil sesenggukan menangis). Radit kaget mendengar suara Dilla “Maafin gue Dill, selama ini membuat lo kecewa dan merasakan sakit.”
“Gue gak pa – pa  kok, Dit . Tenang aja”. Dilla langsung  mengakhiri pembicaraan. Ia langsung berlari untuk memnenangkan diri ditaman.

Kini sekarang ia hanya bisa melihat Radit dari kejauhan

“Nasi sudah menjadi bubur, andai saja aku bisa memutar waktu untuk kembali dimasa itu atau memang mungkin cinta datang terlambat”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar