Nama : Alisa Agustia
NPM : 10216616
Kelas : 1EA19
Tema : Cinta Kepada Lawan Jenis
Dosen : Ramita Hapsari S.I, Kom
Cinta Datang Terlambat
Dari kejauhan Dilla terus
memandang seorang laki – laki itu, yang berada di depan teras kelas. Memang
sekarang ini keadaan begitu sangat berbeda dari awal bertemu, bertemu dengan Radit.
Pertemuan mereka diawali kelas 10 IPS 2 dengan ketidak sengajaan Radit salah memanggil nama nya. Saat masih
sekelas Radit selalu salah memanggil nama Dilla dengan Della, memang tidak
jarang semua anak, bahkan guru yang selalu salah memanggil nama Della dengan
Dilla, kebetulan Dilla dan Della juga duduk bersama. Sejak saat itu Radit
selalu menjahili Dilla dengan membolak - membalik namanya. Dari kejahilan itulah mereka sering
berkomunikasi langsung maupun tidak langsung.
Radit sering mengajak Hang Out bareng, nonton bioskop,
menonton acara seni,musikal. Sampai
suatu hari Radit mengirim chat “Dill, lo sebenarnya sayang sama gue gak sih?”.
Dilla yang membaca chat tersebut sempat kaget atas pertanyaan Radit, ia bingung
ingin membalas chat dari Radit. Dilla menganggap pertanyaan dari Radit hanyalah
candaan biasa. Dilla hanya membalas chat tersebut dengan candaan “Ya....tergantung,
kalo lo sayang gue,gue juga sayang lo haha..”. Berawal dari Dilla membalas chat
itu, ia merasakan hubungan Radit denganya agak merenggang.
Sampai suatu hari dikejutkan
dengan kabar Radit telah berpacaran dengan salah satu perempuan dari Tim Basket
sekolah. Dilla mengenal baik dengan perempuan itu, ia bernama Darin.
Yah...Darin juga mengenal baik Dilla. Dilla mengetaui kabar itu merasakan
kecewa dan merasakan rasa sakit yang terpendam dan sangat dalam. “Mungkin terlambat
sudah aku mulai mencintainya.” Batin Dilla berkata.
Sebulan sudah berlalu Dilla
merasakan kecewa dan sakit yang teramat dalam, diwaktu senggang Dilla menge-check
inbox BBM, ia terkejut kita ia membaca pesan masuk yang berasal dari Radit dan nama Darin masih ada di PM BBM. “Apa kabar?. Bisa gak lo jangan
menghindar kalo kita ketemu?”. Dilla menjawab dengan sejujurnya “Baik, gue gak
menghindar, cuman gue gak enak aja sama pacar lo, Darin”. Dilla langsung
membalas BBM Radit. Tidak perlu menunggu lama BBM Radit, ia langsung membuka
BBM dari Radit “Ya kok, gue paham maksud lo. Gue minta maaf yah, gue berasa
nyakitin lo aja, kita setiap hari ketemu bagaikan gue musuh lo, lo selalu
menghindari gue”. Dilla yang membaca nya merasa tersentuh ke hatinya. Dilla
membalas “Kalo gue boleh jujur sih, sebenarnya gue sangat kecewa dan sakit banget
waktu gue tau berita lo pacaran dengan Darin, gue mulai merasakn yang namanya kehilangan entah mengapa.
Oh...iya jagain Darin tuh, lo jangan sakitin dia. Gue udah kenal baik dia” Tak
terasa ada cairan bening yang keluar dari matanya. Dan tak lama ada suara
telpon yang berdering, ketika ia melihat Id
caller nya ternyata Radit yang menelponnya ia langsung mengankat “Ya dit
ada apa?” ( sambil sesenggukan menangis). Radit kaget mendengar suara Dilla “Maafin
gue Dill, selama ini membuat lo kecewa dan merasakan sakit.”
“Gue gak pa – pa kok, Dit . Tenang aja”. Dilla langsung mengakhiri pembicaraan. Ia langsung berlari
untuk memnenangkan diri ditaman.
Kini sekarang ia hanya bisa
melihat Radit dari kejauhan
“Nasi sudah menjadi bubur, andai
saja aku bisa memutar waktu untuk kembali dimasa itu atau memang mungkin cinta
datang terlambat”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar